Langsung ke konten utama

Postingan

Hatsumode : Tradisi Tahun Baru Jepang yang Penuh Harapan

  Hatsumode ( 初詣 ( はつもうで ) ) adalah tradisi yang memikat di Jepang, di mana orang-orang mengunjungi kuil atau kuil Shinto pada awal tahun baru untuk berdoa dan menyambut masa depan dengan harapan dan kebahagiaan. Tradisi ini memiliki akar yang dalam sejak zaman kuno dan terus berlanjut hingga hari ini.   Pelaksanaan Hatsumode Tradisi Hatsumode biasanya dilakukan pada tanggal 1 Januari, meskipun beberapa orang memilih melakukannya pada hari-hari berikutnya. Adapun tujuan utamanya adalah untuk memohon keselamatan dan kemakmuran di tahun yang baru. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan Hatsumode melibatkan kesadaran akan keramaian di kuil atau kuil Shinto. Disarankan untuk datang lebih awal, mengenakan pakaian yang sopan, dan membawa uang koin untuk disumbangkan.   Destinasi Hatsumode Terpopuler Meiji Jingu di Tokyo, Fushimi Inari Taisha di Kyoto, dan Itsukushima Shrine di Hiroshima adalah beberapa tempat paling populer untuk Hatsumode. Tempat-t...

Pesona Tradisi Festival Es Jepang Yang Memukau

                      “Pesona Tradisi Festival Es Jepang Yang Memukau”                                         Nailin Najwa: Prodi Pendidikan Bahasa Jepang                                                                 20  Desember 2023 10.00 WIB     Yogyakarta-   Festival Salju Sapporo adalah festival musim dingin yang diadakan di Sapporo, Hokkaido, Jepang setiap tahun yang berlangsung selama seminggu setiap bulan februari. Festival ini menampilkan berbagai macam patung dan instalasi seni yang terbuat dari salju dan es. Sapporo Snow Festival 2024 rencananya akan berlangsung delapan hari dari 4 Fe...

Valentine di Jepang

 Valentine di Jepang  Tanggal 14 Februari kemarin dirayakan sebagai Valentine’s Day atau Hari Valentine. Meskipun itu bukan budaya kita yang merupakan negara dengan mayoritas beragama muslim, tetapi di Jepang hari valentine dirayakan oleh banyak anak muda. Mereka memberikan cokelat kepada orang yang mereka anggap spesial. Dan di Jepang memberi cokelat pada hari valentine ada berbagai macam maksud dan tujuannya. Giri Choco  Giri Choco adalah ketika cokelat yang diberikan untuk orang yang  dihormati seperti atasan, guru, atau senpai yang bertujuan formal dan tidak ada maksud romantis sama sekali. Tomo Choco  Seperti namanya tomo yang dalam bahasa Jepang berarti teman. Tomo Choco adalah ketika cokelat yang diberikan kepada sesama teman, seperti tanda terima kasih untuk teman kita. Honmei Choco  Honmei Choco adalah ketika cokelat yang biasa diberikan untuk orang yang disuka, sebagai tanda untuk menyampaikan perasaan mereka, biasanya yang memberikan cokelat adal...

Sushi Terrorism

 Sushi Terrorism di Jepang Membuat Geram Banyak Orang  Sushi merupakan makanan khas asal Jepang yang restorannya sudah tersebar dimana-mana. Namun, dunia perkulineran di Jepang saat ini sedang dihebohkan dengan serangkaian video sushi terrorism atau terorisme sushi yang terungkap dalam beberapa minggu ini.  Video-video tersebut memperlihatkan remaja-remaja iseng yang berperilaku jorok di keitenzushi atau sushi yang disajikan dengan ban berjalan, kemudian video-video itu tersebar di sosial media dan membuat banyak warganet marah, mereka melakukan aksi tersebut hanya demi eksis di media sosial seperti Instagram dan Twitter.  Dalam salah satu video memperlihatkan seorang remaja yang menjilat botol kecap, sendok, dan cangkir teh kemudian mereka tidak menggunakannya, melainkan di kembalikan ke tempatnya.  Akibat hal ini restoran sushi Sushiro mengganti semua botol kecap dan semua cangkir sudah dibersihkan. Mereka juga mengumumkan kebijakan baru, yaitu pelanggan sekar...

Nagoshi no Harae

Nagoshi no Harae Nagoshi no Harae adalah ritual penyucian di musim panas yang dilaksanakan di kuil sejak zaman dahulu (telah dilakukan dari periode Nara) dengan harapan dapat menebus dosa-dosa yang telah dilakukan pada separuh pertama tahun dan kesempatan untuk penebusan dan awal baru untuk sisa tahun ini. Ritual ini masih dilaksanakan sampai saat ini, setiap tanggal 30 Juni. Banyak kuil yang memajang Chinowa, lingkaran besar yang terbuat dari rumput alang-alang, yang konon katanya bisa melawan roh jahat dan bencana yang harus dilewati sambil membentuk angka delapan.   Nagoshi no Harae yang biasa dilakukan oleh kuil Tsubaki dipimpin oleh Guji, di sepanjang jalan dari torii menuju honden tergantung tali terikat dengan pita-pita dari kertas putih yang disebut gohei, menandakan batas daerah sakral. Gohei dibuat dalam ukuran yang berbeda oleh pendeta-pendeta Shinto dan juga di anggap sakral. Ritual Nagoshi no Harae di mulai d...