Langsung ke konten utama

Pesona Tradisi Festival Es Jepang Yang Memukau

                “Pesona Tradisi Festival Es Jepang Yang Memukau”

                                Nailin Najwa: Prodi Pendidikan Bahasa Jepang

                                                    20 Desember 2023 10.00 WIB


    Yogyakarta- Festival Salju Sapporo adalah festival musim dingin yang diadakan di Sapporo, Hokkaido, Jepang setiap tahun yang berlangsung selama seminggu setiap bulan februari. Festival ini menampilkan berbagai macam patung dan instalasi seni yang terbuat dari salju dan es. Sapporo Snow Festival 2024 rencananya akan berlangsung delapan hari dari 4 Februari (Minggu) sampai dengan 11 Februari (Minggu, hari libur), 2024 (Peringatan ke-74).

Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1950 oleh siswa sekolah menengah lokal. Sejak itu, festival ini telah berkembang menjadi salah satu festival musim dingin paling popular di dunia. Setiap tahunnya, sekitar dua juta wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri berkunjung ke Sapporo selama berlangsungnya festival.

                    Keindahan Festival Salju Sapporo Ketika Malam Hari


Sejarah

Festival salju Sapporo pertama kali diselengarakan tahun 1950 oleh dinas pariwisata Sapporo dan pemerintah kota Sapporo, dengan sponsor surat kabar lokal Hokkai Times. Di Sapporo sebenarnya pernah dilangsungkan berbagai festival salju, namun terhenti sewaktu Perang Dunia II.

Ide membuat patung dari salju diambil dari festival salju yang diadakan tahun 1935 oleh murid-murid sebuah SD di kota Otaru. Festival yang pertama bermodalkan 6 buah patung salju buatan siswa SMP dan SMU kota Sapporo, ditambah festival salju di depan stasiun Hokkaido yang diadakan Japanese National Railways (sekarang disebut JR). Festival dimeriahkan dengan kontes, senam, perlombaan, tari, dan pemutaran film.

Pada festival salju yang pertama diadakan tinggi patung dibatasi hingga 7 meter. Di festival ke-4 (1953), batasan tinggi dihapus dan siswa sekolah menengah kejuruan kota Hokkaido membangun ukiran es yang tingginya 15 meter. Salju yang diperlukan berjumlah sangat banyak hingga perlu bantuan pinjaman truk dan buldoser dari pemerintah kota Hokkaido. Sejak itu, pemerintah kota Hokkaido selalu meminjamkan alat-alat berat sehingga bisa dibangun ukiran es dan salju berskala besar.

Pada festival ke-5 (1954) mulai ikut dipamerkan patung salju sumbangan penduduk kota. Festival yang ke-6 (1955) ditandai dengan makin banyaknya peserta. Bangunan dalam berbagai bentuk yang dibuat pasukan bela diri Jepang, perusahaan swasta, pemerintah kota, dan berbagai sponsor mulai ditata rapi.

Sejak sekitar festival ke-10 (1959), wisatawan dari luar Hokkaido mulai banyak yang datang untuk melihat festival salju Sapporo. Festival tahun 1972 diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan olimpiade musim dingin tahun 1972 dan ikut diperkenalkan di luar negeri. Sejak itu, festival ini mulai dijadikan tujuan oleh wisatawan asing. Sejak tahun 1974, festival dimeriahkan lomba internasional seni pahat es dan salju yang diikuti seniman pemahat dari berbagai kota besar di dunia.

Lokasi pameran patung es di Susukino berasal dari acara lokal yang diadakan pertama kali tahun 1981, dan baru menjadi bagian festival salju Sapporo pada tahun 1983. Dari festival ke-41 (tahun 1990) hingga festival ke-42 (tahun 1992), festival salju Sapporo pernah dilangsungkan di 4 lokasi, tetapi lokasi ke-4 ditutup karena sedikitnya jumlah pengunjung dan ukiran salju yang dipamerkan.

Festival Salju Sapporo dibagi menjadi tiga lokasi utama:

1. Taman Odori: Lokasi utama festifal ini, dengan patung-patung salju dan es yang besar dan megah.

Lokasi: Taman Odori (1-12 Odori, Chuo, Sapporo)

Akses: Dari Stasiun JR Sapporo, naiklah jalur Toho atau Nanboku ke Stasiun Odori dan keluar melalui pintu nomor 2, 5, 6, atau 8.

 2. Taman Susukino: Lokasi yang lebih kecil, dengan patung- patung salju dan es yang lebih intim.

Lokasi: Sapporo Comunnity Dorm (885-1 Sakaemachi, Higashi, Sapporo)

Akses: Naiklah di jalur Toho dari Stasiun Sapporo dan turun di Sakaemachi. Kemudian naik bus antar-jemput atau berjalan kaki selama 15 menit.

3. Taman Tsudome: Lokasi yang lebih jauh, dengan patung- patung salju dan esyang lebih kreatif dan inovatif.

Lokasi: Minami 4─Minami 7, Chuo, Sapporo di 4-chome

Akses: Naik ke jalur Nanboku menuju Stasiun Sapporo dan turun di Susukino, kemudian pergi ke pintu keluar 4 atau 5.

Perayaan itu kemudian terus berkembang menjadi festival yang memamerkan patung salju raksasa yang dibuat oleh seniman salju terbaik dari seluruh dunia. Di balik pesonanya yang menakjubkan, festival ini juga memiliki makna yang dalam. Selain sebagai hiburan bagi pengunjung, estival ini menjadi platform bagi seniman salju untuk menampilkan kreativitas mereka sambil mempromosikan persahabatan antarbangsa.

                                                    

                                             Festival Salju Sapporo Pertama 1953


Atraksi dan Acara Utama

Pengunjung dapat menikmati "Festival Salju Sapporo" dari siang sampai malam hari. Saat siang hari dan dapat berjalan-jalan santai menikmati festival salju ini. Kemudian, saat malam hari akan dimanjakan dengan patung-patung salju yang menyala dengan sangat cantik karena sudah diberi pencahayaan.

Cahaya akan menyala pada patung-patung salju dan patung es di dua tempat, yaitu area Odori dan area Susukino. Pencahayaan patung salju di area Odori akan menyala sampai pukul 22.00 dan sampai pukul 23.00 di area Susukino.

Selain terdapat perosotan dan labirin raksasa yang terbuat dari salju, di sini juga terdapat area di mana Anda dapat mencoba membuat boneka salju atau melakukan rafting (arung jeram di tempat bersalju).

mungkin akan terjebak dalam antrian panjang ketika berkunjung ke festival ini. Selain itu, ada juga kegiatan yang berakhir lebih awal tergantung dari jadwal pertunjukan yang diadakan saat festival berlangsung.

Festival salju Sapporo juga menampilkan pertunjukan kembang api yang diadakan dimalam hari, daan atraksi musim dingin seperti ski, snowboarding, ice skating. Festival ini merupakan kesempatan yang bagus untuk melihat kreativitas dari pemahat salju, serta menikmati musim dingin saat berada di jepang. 


                       Festival Salju Sapporo destinasi wisata negeri Tirai Bambu


Apa Saja Yang Harus Disiapkan Untuk Berkunjung?

Kondisi cuaca pada saat itu sangatlah dingin. Maka dari itu, jangan lupakan sarung tangan, topi, syal, thermal underwear, kaus kaki tebal, dan sepatu bot dengan tapak yang bagus dan nyaman. Selain itu, tidak lupa membeli hokkairo(paket penghangat tangan kimia kecil), tisu untuk hidung meler, dan uang receh jika ingin menikmati jajanan kaki lima yang lezat.. Disamping itu, es disana juga bisa menjadi penghalang. Pastikan kamu berangkat lebih awal, takut jika ada penundaa.  Jika kamu tidak hati- hati bisa saja kamu akan tergelincir dan jangan lupa mencicipi makanan asli Hokkaido, Letaknya paling utara di Jepang.


Kesimpulan

Festival Salju Sapporo bukan sekadar peristiwa tahunan yang menampilkan patung-patung salju megah dan atraksi musim dingin semata. Ini adalah simbol keajaiban kreativitas manusia dalam menangkap keindahan alam musim dingin dan membagikannya dengan dunia. Dari awalnya yang sederhana oleh siswa sekolah menjadi festival global yang menarik jutaan wisatawan, festival ini adalah perpaduan unik antara tradisi, kreativitas, dan hubungan antarbangsa.

Sejarahnya yang panjang dan perkembangannya yang menakjubkan dari sekadar patung-patung salju lokal menjadi karya seni raksasa yang melibatkan seniman salju dari seluruh dunia adalah bukti betapa festival ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan keindahan musim dingin di Hokkaido.

Dalam kunjungan ke Festival Salju Sapporo, persiapan menjadi krusial. Cuaca yang dingin membutuhkan perlengkapan yang tepat agar pengunjung dapat menikmati festival ini dengan nyaman. Namun, di balik semua itu, ada pesan tentang keindahan alam, keberagaman budaya, dan kegembiraan kolektif yang ditawarkan oleh festival ini kepada setiap pengunjung.

Dengan pertunjukan kembang api yang memukau, kegiatan musim dingin yang seru, dan kemungkinan untuk melihat karya-karya luar biasa dari seniman salju, Festival Salju Sapporo adalah perayaan yang mengundang pengunjung dari seluruh dunia untuk merasakan pesona musim dingin Jepang yang tiada tara. Bagi siapa pun yang mencari petualangan musim dingin yang unik, festival ini adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.


Postingan populer dari blog ini

Dilema Bersosial

  Dilema sosial   Media sosial dewasa ini menjadi sebuah medium yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Media sosial telah membentuk sebuah ruang bagi kita untuk menjalin sebuah interaksi semu antara kita, media pengekspresian diri, membentuk identitas diri, dan memahami dunia. Media sosial adalah salah satu wujud representasi dari kemajuan teknologi yang telah di kembangkan oleh umat manusia. Saat ini mudah melupakan fakta bahwa alat ini telah menciptakan hal-hal indah di dunia. Seperti mempertemukan orang yang telah lama berpisah, membantu menemukan donor organ, dll. Terdapat perubahan sistematik yang dihasilkan dari platform positif ini. Tapi kita terkadang terlalu naif dengan melupakan sisi lain koin ini. Kita bisa lihat di tempat-tempat berkumpul antara sanak family, teman atau semacamnya. Di tempat yang seharusnya kita dapat menjalin interaksi secara langsung antar individu tanpa dipisahkan oleh jarak, tetapi pemandangan yang kerap kita saksikan adalah setiap orang...

Jepang dan Paus

Apa yang akan terjadi jika tanpa paus? Akankah kehidupan laut mati? Berdampak buruk bagi lingkungan kita? Ada banyak pertanyaan tentang apa akibat dari ketiadaan paus. Orang-orang telah berburu paus sejak lama. Para peneliti mengatakan bahwa paus adalah rantai makanan, penting Untuk mamalia laut dan lingkungan. Perburuan paus dikenal dengan istilah Whaling . Aktivis anti perburuan paus diciptakan untuk melindungi paus dan menghentikan perburuan paus secara komersial. Aktivis anti perburuan paus telah melarang perburuan paus karena kekejaman, risiko kepunahan paus dan pentingnya paus bagi lingkungan. Pada tahun 2019 Jepang mengumumkan pengunduran dirinya dari International Whaling Commission , atau IWC, lembaga yang bertanggung jawab atas konservasi paus dunia. Jepang terdaftar sebagai anggota IWC sejak 1951. Tetapi, selama bertahun-tahun Jepang tetap memburu paus dengan alasan "untuk penelitian ilmiah". Tetapi Jepang juga menjual daging ikan paus, sebuah langkah yang dikritik...

Joya No Kane, Tradisi Tahun Baru di Jepang

Joya No Kane, Tradisi Tahun Baru di Jepang      Joya No Kane adalah tradisi tahunan di Jepang, yaitu membunyikan lonceng besar di dalam kuil Budha sebanyak 108 kali tepat pada tengah malam menjelang pergantian tahun.   Terdapat istilah Bonnou dalam bahasa Jepang yang disebut mewakili nafsu jahat dan membawa penderitaan bagi manusia. Bonnou melambangkan setiap pukulan ke lonceng sebanyak 108 kali. Bunyi lonceng sebanyak 108 kali ini diyakini dapat membantu seseorang untuk menyingkirkan nafsu dan keinginan jahat tersebut, sehingga di tahun yang baru diharapkan manusia seperti terlahir kembali bagaikan bayi yang masih suci.      Dalam tradisi Joya No Kane ini lonceng akan dibunyikan sebanyak 107 kali, yang mulai pukul 10 atau 11 malam pada tanggal 31 Desember. Setelah pergantian tahun, lonceng akan kembali dibunyikan 1 kali lagi untuk menggenapi jumlah 108. Pada bunyi lonceng terakhir, penduduk Jepang percaya itu adalah bunyi pamungkas yang mengusir s...