Langsung ke konten utama

Kokeshi

 

Sejarah Singkat Kokeshi

Boneka Kokeshi adalah boneka kayu Jepang yang dibuat secara tradisional untuk anak-anak. Konon, Kokeshi awalnya dijual kepada pengunjung di pemandian air panas di wilayah Tohoku, Jepang selama periode Edo akhir (1600-1868), untuk menambah bisnis dan menyibukkan tangan pekerja selama berbulan-bulan di musim dingin. Selama bertahun-tahun, Kokeshi menjadi semakin populer di seluruh dunia, terutama di kalangan shinichi dan kolektor.

Kini, boneka Kokeshi telah diakui sebagai salah satu kesenian rakyat paling berpengaruh di Jepang. Secara tradisional, boneka ini terdiri dari batang kayu sederhana dan kepala yang besar, tanpa lengan maupun kaki yang biasanya memiliki ukuran antara 5,7 dan 10 inci, dengan warna yang sederhana, 2 perpaduan warna, yaitu hitam dan merah atau kuning. Biasanya untuk membuat mata pada boneka ini hanya memberikan dua buah titik tebal pada wajahnya dan ada juga yang menggunakan sebuah garis kecil, sehingga boneka ini kurang menggambarkan ekspresi wajah.

Pada era yang lebih modern, desain Kokeshi telah menjadi semakin rumit, beragam, dan menghasilkan boneka yang menarik dan relatif seperti aslinya. Dengan warna yang lebih kaya dan penekanan pada ekspresi wajah. Sering bertema untuk merayakan acara khusus, menggambarkan hobi atau profesi, atau meniru karater fiksi.

Postingan populer dari blog ini

Dilema Bersosial

  Dilema sosial   Media sosial dewasa ini menjadi sebuah medium yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Media sosial telah membentuk sebuah ruang bagi kita untuk menjalin sebuah interaksi semu antara kita, media pengekspresian diri, membentuk identitas diri, dan memahami dunia. Media sosial adalah salah satu wujud representasi dari kemajuan teknologi yang telah di kembangkan oleh umat manusia. Saat ini mudah melupakan fakta bahwa alat ini telah menciptakan hal-hal indah di dunia. Seperti mempertemukan orang yang telah lama berpisah, membantu menemukan donor organ, dll. Terdapat perubahan sistematik yang dihasilkan dari platform positif ini. Tapi kita terkadang terlalu naif dengan melupakan sisi lain koin ini. Kita bisa lihat di tempat-tempat berkumpul antara sanak family, teman atau semacamnya. Di tempat yang seharusnya kita dapat menjalin interaksi secara langsung antar individu tanpa dipisahkan oleh jarak, tetapi pemandangan yang kerap kita saksikan adalah setiap orang...

武田信玄祭り

  TAKEDA SHINGEN MATSURI        Takeda Shingen Matsuri, atau dalam bahasa indonesia Festival Takeda Shingen, adalah salah satu event atau perayaan terbesar di Jepang yang di gelar di perfektur Yamanashi. Festival ini biasanya di adakan di minggu pertama bulan april untuk mengenang warisan daimyo Takeda Shingen di Kofu, ibukota Yamanashi. Festival ini berlangsung selama 3 hari, pada hari jumat, sabtu, dan minggu. Festival ini mempunyai makna filosofi yang mendalam bagi masyarakat Yamanashi. Zaman dulu wilayah ini di kenal dengan nama Kai no kuni atau negeri Kai. Yang penguasanya adalah Takeda Shingen. Takeda Shingen adalah sosok samurai kuat pada zaman akhir sengoku . Ia terkenal akan keberaniannya yang membuat Takeda Shingen di kagumi oleh kawan maupun lawannya. Shingen memiliki persaingan legendaris dalam perebutan wilayah dengan Uesugi Kenshin dan mereka bertempur dalam lima pertempuran selama pertempuran Kawanakajima . Dalam festival ini kedahsyatan perte...
  Festival Budaya di Jepang   v   Festival Karatsu Kunchi Karatsu Kunchi adalah festival yang diadakan di prefektur Saga, persis di sebelah barat daya Fukuoka. Acara musim gugur ini merayakan musim panen yang melimpah dan menyaksikan kendaraan hias hikiyama yang diarak di jalan-jalan dari Kuil Karatsu sampai ke Pantai Nishino. Festival ini diadakan setiap tahun dan dinamakan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Festival ini dimulai pada akhir abad ke-16, dan dimulai sebagai acara spiritual di Kuil Karatsu. Pertunjukan utama di Karatsu Kunchi adalah kendaraan hias yang dibuat sangat detail, bisa memakan waktu hingga tiga tahun, bahkan dihiasi dengan emas dan perak. Kendaraan hias ini memiliki tinggi 7 meter dalam bentuk seperti singa, ikan berwarna-warni dan bahkan naga terbang.Festival ini berlangsung dari 2 hingga 4 November. v   Festival Nebuta Aomori   Aomori Nebuta Festival adalah festival api Jepang yang menampilkan setidaknya 20 lampion ...