Wanizuka
Sakura
Demi mendengar nama Jepang apa yang pertama kali terlintas dipikiran anda? Jika itu adalah bunga sakura maka anda sependapat dengan saya. Yups! , bunga sakura sudah menjadi ikon bagi negara matahari tersebut. Bunga sakura biasanya mekar pada musim semi sekitar bulan maret hingga akhir juni. Bagi orang Jepang sendiri sakura memiliki filosofi yang dalam, sakura di maknakan sebagai simbol perempuan, kematian, kehidupan, keberanian, kesedihan, hubungan antar manusia, dan kegembiraan. Sakura juga merupakan metafora dari kehidupan yang tidak kekal. Sebagaimana kita tahu frekuensi waktu mekar bunga ini terhitung singkat, hanya sekitar 10 hari saja. Setelah sampai pada puncak mekarnya (dalam bahasa jepang di sebut dengan “mankan”) satu per satu kelopaknya akan berguguran di gantikan oleh daun-daun muda. Siklus ini bisa berjalan hingga ratusan bahkan ribuan tahun tergantung dari umur pohon sakura tersebut. Di Jepang, anda dapat dengan mudah menemui pohon sakura. Di pinggir jalan, di depan rumah, di tengah sawah atau ladang, di kota, di desa, dimana pun. Pohon ini tumbuh subur hampir di setiap wilayah di Jepang, mulai dari hokkaido hingga Okinawa.
![]() |
| original photo by Alfilosography |
Meski begitu terdapat spot atau tempat yang bagus untuk menikmati keindahan bunga sakura ini. Salah satunya terdapat di kota kecil Nirasaki. Nirasaki adalah sebuah kota yang berada di lingkup perfectur Yamanashi. Kota kecil nan sepi ini menyimpan keindahan menakjubkan ketika musim semi tiba. Keindahan itu berada 10 menit naik bus dari stasiun nirasaki. Ia serupa pohon sakura yang lain, hanya saja letaknya yang berada di tengah ladang membuat sakura ini terlihat mencolok daripada pemandangan sekelilingnya. Ia berdiri sendiri di situ, sendiri, dan kesepian. Ia seperti tidak peduli dengan dengan orang-orang yang terkagum-kagum melihat keberadaanya, dan hanya mau berbicara dengan bunga-bunga bakung kuning yang tumbuh liar di kakinya. Mahluk merah muda berumur 330 tahun itu bernama Wanizuka Sakura (わに塚の桜). Kita dapat melihat pohon sakura dari berbagai sudut, dan semuanya nampak begitu mempesona. Dengan background pegunungan Yatsugatake yang terkadang atapnya masih berselimut salju berwarna putih menyala. Bahkan gunung keramat Fuji bisa sekaligus nampak jika cuaca mendukung. Wanizakura ibarat oasis di padang pasir bagi para pemburu gambar (fotografer).
Akan banyak sekali fotografer dari segala penjuru Jepang bahkan luar negeri yang rela datang untuk mengabadikan mahluk merah muda ini menjadi sebingkai foto. Anda bebas mengambil foto sebanyak apapun tanpa ada pungutan biaya, tidak ada loket masuk, tidak ada uang bayar parkir. Cukup menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan saja. Warga sekitar juga akan membuka warung-warung kaki lima mereka di sepanjang jalan. Menjajakan beraneka ragam makanan khas Yamanashi seperti, shingen mochi, yakisoba, buah momo, sayur mayur, dan jajanan lain. Menikmati keindahan Wanizakura sembari menjajal kuliner Jepang bukankah sesuatu hal yang menarik?
